Jasa SEO Jakarta Terbaik – Gambar adalah elemen yang penting dalam sebuah website. Selain membuat website terlihat lebih menarik, gambar juga membantu pengunjung website “beristirahat sejenak” sebelum melanjutkan membaca konten teks.
Namun, menampilkan gambar di web tak bisa dilakukan sembarangan. Salah-salah, website terlihat kurang estetis. Lebih buruk lagi, salah menampilkan gambar bisa mempengaruhi performa teknis website.
Di artikel ini, Anda akan menemukan lebih banyak hal soal penggunaan gambar di website. Mulai dari alasan di balik penggunaan gambar yang tepat, macam-macam format gambar untuk website, dan cara mengoptimalkan gambar pada website.
Mengapa Perlu Format Gambar yang Tepat?
Pemilihan gambar untuk website lebih sering didasari oleh alasan estetika dan strategi marketing. Sebanyak 60% pengguna internet juga mengaku cenderung mengklik hasil pencarian yang memiliki gambar. Itu mengapa konten visual 32% lebih dipilih sebagai medium marketing. Bandingkan dengan blog (27%), video (24%), live video (9%), ataupun podcast (1%).
Namun, Anda juga perlu tahu bahwa format gambar ikut mempengaruhi performa website. Terutama dalam hal waktu loading atau yang lebih familiar disebut page load speed.
Format, pixel, dan resolusi gambar menentukan besarnya ukuran gambar. Semakin rapat pixel sebuah gambar dan besar resolusinya, maka semakin besar ukuran gambar. Tentu saja gambar yang besar akan lebih lama untuk dimuat. Itu mengapa gambar yang demikian bisa mempengaruhi kecepatan loading sebuah website.
Sayangnya, dampak buruk tidak berhenti sampai di situ.
Di tahun 2010, Google secara resmi mengumumkan satu faktor yang dipertimbangkan dalam algoritma ranking: kecepatan. Hal ini karena Google menyadari bahwa website yang cepat dan responsif disukai oleh pengguna. Praktis, waktu loading yang lambat berdampak ke SEO atau ranking di mesin pencarian.
Tanpa website yang cepat, besar kemungkinan pula untuk pengunjung meninggalkan website. Hal ini tentunya merugikan pemilik website, baik dari sisi bounce rate maupun conversion.
emakin lama waktu yang dibutuhkan website untuk termuat sempurna, semakin besar bounce rate website tersebut. Dalam sebuah percobaan, website dengan waktu load dua detik memiliki rerata bounce rate sebesar 9%. Angka ini melonjak tajam pada website dengan waktu load lima detik, yaitu 38%.
Dari sisi conversion, sebanyak 79% pelanggan online shopping merasa kapok dengan website ecommerce yang lamban atau bermasalah.
Statistik di atas tentunya sudah cukup menjelaskan bagaimana pentingnya gambar yang tepat di sebuah website.
Jenis-jenis Format Gambar untuk Website
Terdapat berbagai macam format gambar untuk website. Di bawah ini, kami membahas macam-macam format gambar yang banyak digunakan di website.
1. Vektor
Vektor adalah jenis grafis yang dibuat dari sambungan garis atau kurva. Sambungan ini kemudian membentuk berbagai bentuk seperti poligon atau bangun segi-n.
Jenis gambar yang satu ini sangat fleksibel. Ia tidak akan kehilangan kualitas dan ketajaman gambar, meskipun diperbesar sekian kali lipat. Vektor juga sangat mudah diedit dan memiliki ukuran file yang cukup kecil. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi grafik desainer.
Meski begitu, vektor tidak bisa digunakan langsung di web. Hal ini karena format vektor tidak mampu menjaga konsistensinya di berbagai jenis mesin pencari. Untuk dapat digunakan, grafik vektor perlu diubah dalam format raster.
2. Raster
Raster adalah grafik yang dibuat dari kumpulan kotak membentuk pixel. Berbeda dengan vektor, raster cukup konsisten dilihat dari berbagai mesin pencarian. Itu mengapa Anda pasti familiar dengan turunan dari format gambar ini.
Meski konsisten dilihat, gambar raster perlu dioptimasi untuk web. Ini karena gambar raster cenderung memiliki ukuran file yang besar. Sesuatu hal yang perlu dihindari jika tak ingin performa website menurun.
Berikut adalah macam-macam format turunan dari raster, dengan menggunakan jasa seo indonesia optimaise.com